Showing posts with label Kuliyah. Show all posts
Showing posts with label Kuliyah. Show all posts

Analisi Pieces

Diposkan oleh Unknown on Sunday, 3 August 2014

 1.    Keunggulan analisis masalah dengan menggunakan pieces
Analisis ini merupakan analisi yang lengkap atau komplit, karena kelengkpannya analisis ini sangat sering di gunakan, kelengkapanya anatara lain :
 1.    Analisis Kinerja Sistem ( Performance ) 
 2.     Analisis Informasi ( Information )
 3.     Analisis Ekonomi ( Economy )
 4.    Analisis Pengendalian ( Control )
 5.     Analisis Efisiensi ( Efficiency )
 6.    Analisis Pelayanan ( Service )

 2.    Cara melakukan analisa masalah dengan menggunakan pieces
Biasanya untuk melakukan analisa dengan menggunakan pieces yaitu dengan memandang dari sudut kelengkpan analisis pieces ini, yaitu dengan menganalisa dari sudut performance, information, economy, control, eficiency, dan services.
Dengan demikian masalah akan segera di temukan dari suatu permasalahan dan masalah yang di temukan komplit baik dari sudut manapun.


 3.    Fungsi dari dari masing-masing komponen pieces

 1.    Analisis Kinerja Sistem ( Performance ) 
Kinerja adalah suatu kemampuan sistem dalam menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga sasaran dapat segera tercapai. Kinerja diukur dengan jumlah produksi (throughput) dan waktu yang digunakan untuk menyesuaikan perpindahan pekerjaan (response time).
 2.     Analisis Informasi ( Information )
Informasi merupakan hal penting karena dengan informasi tersebut pihak manajemen (marketing) dan user dapat melakukan langkah selanjutnya. Apabila kemampuan sistem informasi baik, maka user akan mendapatkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan sesuai dengan yang diharapkan.
 3.     Analisis Ekonomi ( Economy )
Pemanfaatan biaya yang digunakan dari pemanfaatan informasi. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat. Saat ini banyak perusahaan dan manajemen mulai menerapkan paperless system (meminimalkan penggunaan kertas) dalam rangka penghematan. Oleh karena itu dilihat dari penggunaan bahan kertas yang berlebihan dan biaya iklan di media cetak untuk media publikasi, sistem ini dinilai kurang ekonomis.
 4.    Analisis Pengendalian ( Control )
Analisis ini digunakan untuk membandingkan sistem yang dianalisa berdasarkan pada segi ketepatan waktu, kemudahan akses, dan ketelitian data yang diproses.
 5.     Analisis Efisiensi ( Efficiency )
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber tersebut dapat digunakan secara optimal. Operasi pada suatu perusahaan dikatakan efisien atau tidak biasanya didasarkan pada tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan.
 6.    Analisis Pelayanan ( Service )
Peningkatan pelayanan memperlihatkan kategori yang beragam. Proyek yang dipilih merupakan peningkatan pelayanan yang lebih baik bagi manajemen (marketing), user dan bagian lain yang merupakan simbol kualitas dari suatu sistem informasi.

 4.    Baca salah satu skripsi dan lakukan analisis kembali dengan menggunakan pieces

Permasalahan skripsi
Kurangnya kinerja pelayanan pada loket CV. ATLAS
1.      Analisis kinerja sistem
Untuk kinerja sistem di CV. Atlas masih menggunakan sistem manual seperti contoh untuk pemesanan tiket masih ditulis secara manual, pengiriman barang masih secara manual, pemesanan tiket juga masih harus datang ke loket yang alternatifnya menggunakan telepon genggam, sehingga waktu keberangkatan bus tiba kasil loket kocar kacir untuk mengatasi semua kinerja sistem
2.      Analisis Informasi
CV. Atlas seperti di ungkapkan diatas, untuk layanan informasi harus datang ke loket atau menggunakan telepon genggam, dan harus satu per satu penumpang yang bisa di layani.
3.      Analisis Ekonomi
Pemborosan dana masih terjadi di CV. Atlas, pasalnya CV. Atlas harus slalu menyediakan selembaran tiket yang berbentuk unik untuk menarik perhatian penumpang, belum lagi untuk alat ATK yang harus disediakan di kasir loket.
4.      Analisis Pengendalian
Tidak selamanya pengendalian sistem kinerja di loket berjalan mulus, keteledoran kasir masih sering terjadi, baik dari segi pencatatan alamat penumpang, nama penumpang, alamat paket, dari segi pembendaharaan dan masih banyak lagi.
5.      Analisis Efisiensi
Di loket CV. Atlas ini masih sering terjadi penyimpangan dana yang di lakukan oleh para staf di loket terhadap pemilik CV. Akbatnya pemilik CV tidak mendapatkan hak yang seharusnya dia dapatkan perbulannya.
6.      Analisis Pelayanan

Untuk pelayanan di CV. Atlas masih terbilang sangat minim, pasalnya ketika penumpang hendak memesan tiket dan sang kasir kecapek an maka di sini terjadi perselisihan perasaan, seperti pelayanan yang tidak selayaknya.
More aboutAnalisi Pieces

Cause – Effects (Ishikawa Diagram) (Teknik Riset)

Diposkan oleh Unknown on Thursday, 24 October 2013

Cause – Effects (Ishikawa Diagram)

1.      Pengertian
Cause – Effects atau Isikawa Diagram dan sering di sebut juga Fishbone Diagram (Diagram Tulang Ikan ), karena bentukanya yang persis dengan tulang ikan. Diagram ini di kenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa, beliau adalah seorang ahli pengendalian kualitas dari jepang. Secara ringkas Cause – Effects merupakan diagram yang berbentuk tulang ikan di mana diagram ini akan mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari satu efek atau masalah.
2.      Manfaat
Manfaat Cause - Effects antara lain :

a.       Membantu mengidentifikasi akar penyebab dari suatu masalah
b.      Membantu membangkitkan ide-ide untuk solusi suatu masalah
c.       Membantu dalam penyelidikan atau pencarian fakta lebih lanjut
d.      Mengidentifikasi tindakan (bagaimana) untuk menciptakan hasil  yang diinginkan
e.       Membahas issue secara lengkap dan rapi
f.       Menghasilkan pemikiran baru

3.      Langkah-langkah Pembuatan Cause- Effects
Langkah 1: Menyepakati pernyataan masalah
  • Sepakati sebuah pernyataan masalah (problem statement). Pernyataan masalah ini diinterpretasikan sebagai “effect”, atau secara visual dalamfishbone seperti “kepala ikan”.
  • Tuliskan masalah tersebut di tengah whiteboard di sebelah paling kanan, misal: “Bahaya Potensial Pembersihan Kabut Oli”.
  • Gambarkan sebuah kotak mengelilingi tulisan pernyataan masalah tersebut dan buat panah horizontal panjang menuju ke arah kotak 
Langkah 2: Mengidentifikasi kategori-kategori
  • Dari garis horisontal utama, buat garis diagonal yang menjadi “cabang”. Setiap cabang mewakili “sebab utama” dari masalah yang ditulis. Sebab ini diinterpretasikan sebagai “cause”, atau secara visual dalam fishboneseperti “tulang ikan”.
  • Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga masuk akal dengan situasi. Kategori-kategori ini antara lain:
    • Kategori 6M yang biasa digunakan dalam industri manufaktur:
      • Machine (mesin atau teknologi),
      • Method (metode atau proses),
      • Material (termasuk raw materialconsumption, dan informasi),
      • Man Power (tenaga  kerja atau pekerjaan fisik) / Mind Power (pekerjaan pikiran: kaizen, saran, dan sebagainya),
      • Measurement (pengukuran atau inspeksi), dan
      • Milieu / Mother Nature (lingkungan).
    • Kategori 8P yang biasa digunakan dalam industri jasa:
      • Product (produk/jasa),
      • Price (harga),
      • Place (tempat),
      • Promotion (promosi atau hiburan),
      • People (orang),
      • Process (proses),
      • Physical Evidence (bukti fisik), dan
      • Productivity & Quality (produktivitas dan kualitas).
    • Kategori 5S   yang biasa digunakan dalam industri jasa:
      • Surroundings (lingkungan),
      • Suppliers (pemasok),
      • Systems (sistem),
      • Skills (keterampilan), dan
      • Safety (keselamatan).
  • Kategori di atas hanya sebagai saran, kita bisa menggunakan kategori lain yang dapat membantu mengatur gagasan-gagasan. Jumlah kategori biasanya sekitar 4 sampai dengan 6 kategori. 
Langkah 3: Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara brainstorming
  • Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan melalui sesi brainstorming.
  • Saat sebab-sebab dikemukakan, tentukan bersama-sama di mana sebab tersebut harus ditempatkan dalam fishbone diagram, yaitu tentukan di bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan, misal: “Mengapa bahaya potensial? Penyebab: Karyawan tidak mengikuti prosedur!” Karena penyebabnya karyawan (manusia), maka diletakkan di bawah “Man”.
  • Sebab-sebab ditulis dengan garis horisontal sehingga banyak “tulang” kecil keluar dari garis diagonal.
  • Pertanyakan kembali “Mengapa sebab itu muncul?” sehingga “tulang” lebih kecil (sub-sebab) keluar dari garis horisontal tadi, misal: “Mengapa karyawan disebut tidak mengikuti prosedur? Jawab: karena tidak memakai APD” (lihat Gambar 3).
  • Satu sebab bisa ditulis di beberapa tempat jika sebab tersebut berhubungan dengan beberapa kategori.

Langkah 4: Mengkaji dan menyepakati sebab-sebab yang paling mungkin
  • Setelah setiap kategori diisi carilah sebab yang paling mungkin di antara semua sebab-sebab dan sub-subnya.
  • Jika ada sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori, kemungkinan merupakan petunjuk sebab yang paling mungkin.
  • Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab yang tampaknya paling memungkinkan) dan tanyakan , “Mengapa ini sebabnya?”
  • Pertanyaan “Mengapa?” akan membantu kita sampai pada sebab pokok dari permasalahan teridentifikasi.
  • Tanyakan “Mengapa ?” sampai saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab lagi. Kalau sudah sampai ke situ sebab pokok telah terindentifikasi.
  • Lingkarilah sebab yang tampaknya paling memungkin pada fishbone diagram 


CONTOH KASUS
Laporan PKL Saudara Karimin Syahrin
Yang Berjudul
SISTEM INFORMASI KANTOR TATA USAHA
PADA FAKULTAS TEKNIK
BERBASIS WEB
1.      Masalah
Saat ini kondisi Kantor Tata Usaha Fakultas Teknik Prodi Teknik Informatika yang sedang berlangsung banyak hal yang berkaitan mengenai inventaris umum, berupa surat, barang, ATK serta pengarsipanya hal itu sangat di butuhkan informasinya oleh seluruh jajaran Fakultas Teknik, Bagian-bagian yang membutuhkan informasi harus di sampaikan secara langsung harus berhadapan dengan pihak-pihak yang membutuhkan informasi tersebut dan butuh waktu dalam penyampaiannya, tapi hal itu sangat merepotkan , sering kali informasi yang di sampaikan kurang akurat dengan ketentuannya.

Untuk Lebih Lengkapnya bisa di download Di Sini
Conoh diagramnya Di Sini


More aboutCause – Effects (Ishikawa Diagram) (Teknik Riset)

Pohon Masalah (Teknik Riset)

Diposkan oleh Unknown

POHON MASALAH
1.      Pengertian Pohon Masalah
Pohon Masalah atau sering disebut tree diagram, merupakan teknik untuk memecahkan konsep apa saja, seperti kebijakan, target, tujuan, sasaran, gagasan, persoalan, tugas-tugas, atau aktivitas-aktivitas secara lebih rinci ke dalam sub-subkomponen, atau tingkat yang lebih rendah dan rinci. Pohon Masalah dimulai dengan satu item yang bercabang menjadi dua atau lebih, masing-masing cabang kemudian bercabang lagi menjadi dua atau lebih, dan seterusnya sehingga nampak seperti sebuah pohon dengan banyak batang dan cabang.
Pohon Masalah juga menggambarkan rangkaian hubungan sebab akibat dari beberapa faktor yang saling terkait. Pohon Masalah umum di gunakan pada tahap perencanaan.
Teori-teori yang menyimpulkan Definisi Pohon Masalah antara lain :
a.       Miller dalam Scarvada (2004) Menggunakan islitalah Issue Trees. Miller Menyatakan Issue Trees merupakan pendekatan yang membantu merinci suatu masalah kedalam komponen-komponen penyebab utama dalam rangka menciptakan rencana kerja proyek.
b.      Silverman (1994) menggunakan istilah Tree Diagram dan menyatakan diagram sistematik atau diagram pohon dirancang untuk mengurutkan hubungan sebab-akibat.
c.       Modul Pola Kerja Terpadu (2008) Menggunakan istilah Pohon Masalah yang merupakan bagian dari analisi pohon. Analisis Pohon adalah suatu langkah pemecahan masalah dengan mecari sebab dari suatu akibat.
2.      Manfaat Pohon Masalah
Sebagai pemecah pemecah konsep apa saja, Pohon Masalah mempunyai banyak kegunaan. Pohon Masalah dapat mendeteksi apa itu penyebab masalah serta akibatnya, Pohon Masalah juga dapat mendekatkan isu-isu yang berhubungan dengan konsep masalah yang bisa membantu dalam menganalisis sebab dan akibatnya masalah tersebut.
Teori-teori yang menyimpulkan Manfaat Pohon Masalah antara lain :
a.       Duffy, dkk. (2012) menyatakan Tree Diagram merupakan suatu alat generik yang dapat diadaptasikan untuk berbagai maksud yang luas diantaranya :
·         Mengembangkan langkah-langkah logis untuk mencapai hasil yang spesifik.
·         Melakukan analisis five whys dalam mengeksplorasi penyebab.
·         Mnengkomunikasikan untuk mendorong keterlibatan dalam pengembangan hasil yang didukung bersama.
·         Menggali pada level yang lebih rinci suatu alur proses.
·         Menggambarkan secara grafik suatu perkembangan hirarkis, seperti silsilah atau skema klasifikasi.

3.      Prosedur Membuat Pohon Masalah
a. Buat draft pernyataan sasaran (goal statement)
Buat suatu pernyataan sasaran, proyek, rencana, masalah, atau persoalan lain yang sedang diselidiki. Tulis persoalan tersebut pada bagian paling atas (untuk tree diagram vertikal) atau pada bagian paling kiri (untuk tree diagram horizontal).
b. Buat team yang tepat
Team harus terdiri dari dari orang-orang yang mampu berpikir analitis (bukan kreatif), dan harus memiliki pengetahuan rinci terkait topik sasaran yang sedang dibahas termasuk keahliannya dalam memecah masalah ke tingkat yang lebih rinci. Idealnya ukuran team berkisar antara 4-6 orang.
c. Buat sub-sub sasaran
Lakukan curah pendapat (brainstorming) untuk membuat batang pertama tree diagram. Hal ini berarti membuat rencana aksi (action plan) apa pada tingkat/level pertama agar pernyataan sasaran dapat tercapai. Terus ulangi hal ini pada level-level berikutnya yang lebih rinci sampai mendapatkan elemen fundamental seperti: tindakan spesifik yang dapat ditugaskan, komponen yang tidak dapat dibagi lagi, akar penyebab, atau sampai team mencapai batas keahlian mereka.
Jika kita telah membuat affinity diagram atau interrelationship diagram  sebelumnya, kita  dapat mengambil gagasan-gagasan dari sana. Tulis gagasan atau rencana aksi tersebut di bawah pernyataan pertama (untuk pohon vertikal) atau di sebelah kanan pernyataan pertama (untuk pohon horizontal). Tunjukkan hubungan antara level tersebut dengan garis panah.
d. Lakukan peninjauan
Lakukan pemeriksaan secukupnya sesuai dengan yang dibutuhkan pada setiap level, gunakan pertanyaan-pertanyan seperti berikut:
  • Apakah ada hal-hal yang terlupakan?
  • Apakah item pada setiap level telah cukup menjelaskan level diatasnya?
  • Apakah item pada setiap level memang benar-benar perlu dilakukan untuk level diatasnya?
  • Apakah tugas-tugas yang dihasilkan mengarah pada pencapaian sasaran?

4.      Informasi Penting
a.       Pohon Masalah akan memudahkan kita dalam pencarian Pencerahan Masalah dalam suatu masalah yang kita hadapi.
b.      Pohon Masalah mempunyai hasil yang spesifik dalam menunjukkan Pencerahan Masalah

5.    


CONTOH KASUS
Laporan PKL Saudara Karimin Syahrin
Yang Berjudul
SISTEM INFORMASI KANTOR TATA USAHA
PADA FAKULTAS TEKNIK
BERBASIS WEB

1.      Masalah
Saat ini kondisi Kantor Tata Usaha Fakultas Teknik Prodi Teknik Informatika yang sedang berlangsung banyak hal yang berkaitan mengenai inventaris umum, berupa surat, barang, ATK serta pengarsipanya hal itu sangat di butuhkan informasinya oleh seluruh jajaran Fakultas Teknik, Bagian-bagian yang membutuhkan informasi harus di sampaikan secara langsung harus berhadapan dengan pihak-pihak yang membutuhkan informasi tersebut dan butuh waktu dalam penyampaiannya, tapi hal itu sangat merepotkan , sering kali informasi yang di sampaikan kurang akurat dengan ketentuannya.
2.      Latar Belakang Maslah
Fakultas Teknik berdiri pada Tanggal 11 Juli 2007, sesuai dengan SK DIKTI No. 144/D/O/2008, tentang izin penyelenggaraan yang atas satu jurusan tersebut yaitu : Jurusan Teknik Informatika, yang merupakan salah satu Prodi di Universitas Gajah Putih Takengon yang selalu berperan aktif  mengukir sejarah perjuangan bangsa, mengabdikan diri bagi kepentingan tanah air melalui darma pendidikan yang membangun manusia sebagai pribadi, warga masyarakat, warga bangsa, warga negara maupun warga masyarakat dunia serta melaksanakan darma penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
3.      Tujuan
Tujuan dari Praktek Kerja Lapangan ini adalah :
a.       Membuat sebuah sistem informasi dalam penyajian surat masuk maupun surat keluar.
b.      Meningkatkan cara kerja pada Kantor Tata Usaha Fakultas Teknik den agar lebih mudah dalam pendataan surat, barang, serta pengarsipanya.
c.       Membuat sistem pemesanan barang pada Kantor Tata Usaha Fakultas Teknik agar lebih mudah.
4.      Hasil
Hasil Dari Peraktek Kerja Lapangan Saudara Karimin Syahrin yang berjudul SISTEM INFORMASI KANTOR TATA USAHAPADA FAKULTAS TEKNIKBERBASIS WEB, mendapatkan hasil yaitu :
Memudahkan urusan yang berkaitan dengan inventaris umum, berupa surat, barang, ATK serta pengarsipanya. Karena dengan adanya Sistem Informasi yang Berbasis Web ini para Staf Akademik akan mudah mendapatkan Informasi dari Problem di atas, tanpa harus  membutuhkan waktu dalam pencariannya dan pengambilannya.

Untuk lebih lengkapnya bisa di download Di Sini
                              
More aboutPohon Masalah (Teknik Riset)